1. Latar Belakang dan Pelatihan
Paulus
lahir sekitar 3 AD dari keluarga terpandang. Ia berkewarganegaraan Romawi (Kis.
22:28) dan berdomisili di kota Tarsus. Paulus dibesarkan dalam keluarga
Yahudi yang ketat, disunat pada hari kedelapan, dan dari suku Benyamin
(Flp.3:5). Paulus kemudian dilatih di Yerusalem di bawah gamaliel, seorang
Farisi dan anggota terhormat dari Sanhedrin (Kis.5:34). Gamaliel adalah
satu-satunya dari tujuh sarjana dalam sejarah bangsanya yang menerima sebutan
“Raban” (tuan kami). Gamaliel adalah cucu Hillel, pendiri sekolah penafsiran
yang memakai namanya. Paulus sendiri menjadi Farisi, pengikut ketat pada hukum
tradisi Yahudi. Oleh karena ketaatan yang ketat pada Yudaisme dan tradisi
penatua menyebabkan dia menganiaya gereja.
2. Garis Besar Perjalanan dan
Pelayanan
Setelah pertobatannya pada akhir tahun 33 atau awal 34
AD, Paulus menghabiskan beberapa bulan di Damaskus (Kis.9:23; Gal.1:17); pada waktu
lawannya berusaha untuk membunuhnya ia berusaha kembali ke Yerusalem
(Kis.9:26). Tidak lama setelah itu, ia pergi ke kampung halamanya di Tarsus (kis.9:30). Ia
menghabiskan 3 tahun di Arabia, bisa jadi
dalam suatu bentuk pelayanan yang ia mulai langsung setelah pertobatannya.
Setelah itu ia kembali ke Yerusalem (kis.11:30; 12:25; Gal.2:1-21). Disitulah
gereja mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk melakukan perjalanan misi yang
pertama. Selama perjalanan itu mereka mengabarkan Injil di Asia Kecil dan pulau
Siprus. Pada waktu orang Yahudi menolak Injil, di Asia Kecil inilah Paulus
memulai pelayanannya kepada orang non-Yahudi. Pola khas dari pelayanan Paulus
adalah sebagai berikut:”diawali dengan pemberitaan kepada orang yahudi dan
non-Yahudi pengikut Yudaisme, baik yang porselit sepenuhnya atau yang
asosiasinya lebih bebas, kemudian setelah ditolak oleh para pendengar di
sinagoge, maka dilanjutkan secara pelayanan secara langsung kepada orang
non-Yahudi.” Sidang di Yerusalem terjadi pada tahun 49 AD (Kis.15) dan
menyelesaikan suatu keputusan untuk isu yang penting, dimana keputusan itu
memungkinkan Paulus dan yang lain untuk terus memberitakan Injil pada orang
non-yahudi tanpa harus menyahudikan mereka; orang non-Yahudi tidak dituntut
untuk disunat. Keputusan itu penting untuk menjaga kemurnian Injil dan
memisahkan hukum dan anugrah. Perjalanan misi yang kedua (49-52 AD,
Kis.15:36-18:22) dilakukan oleh Paulus dan Silas melintasi Asia Kecil, dimana
mereka kembali mengunjungi gereja-gereja, dan kemudian melanjutkan ke Eropa
(Kis.16:11 dst). Perjalanan misi ketiga (53-57 AD; Kis.18:23-21:16) dilakukan
Paulus ke efesus, dimana ia menghabiskan waktu hampir 3 tahun, dan kemudian
dilanjutkan ke Makedonia dan Akhaya. Ia di tahan di Yerusalem dalam perjalanan
kembali dan di penjarakan di Kaisarea (58 AD; Kis.24:1-26:32). Paulus
mengajukan banding ke Kaisar dan ia menghabiskan waktu dua tahun di penjara.
Paulus dibebaskan dari pemenjaraan pertma di Roma, kemudian dia melayani dari
tahun 63-66, kemungkinan ia melakukan perjalanan sejauh Spanyol, dan kembali
ditahan dan diekskusi di Roma pada tahun 67 AD (2Tim.4:6-8).
KRONOLOGI
KEHIDUPAN PAULUS
|
|
Tanggal:
AD
|
Peristiwa
|
3(?)
|
Kelahiran
Paulus
|
18-30
|
Pelatihan
di Yerusalem
|
33/34
|
Pertobatan
|
34-36
|
Di
Arab
|
46
|
Di
Yerusalem
|
46-48
|
Perjalanan
Misi yang Pertama: Asia Kecil
|
48-49
|
Sidang
Yerusalem
|
49-52
|
Perjalanan
Misi yang Kedua: Asia Kecil dan Eropa
|
53-57
|
Perjalanan
Misi yang Ketiga: Asia Kecil dan Eropa
|
58-60
|
Pemenjaraan
di Kaisarea
|
60-61
|
Perjalanan
ke Roma
|
61-63
|
Pemenjaraan
di Roma
|
63-66
|
Pelayanan
sampai ke Spanyol
|
66-67
|
Pemenjaraan
di Roma dan ekskusi
|
SURAT-SURAT PAULUS |
||||
Ciri
|
Nama
|
Tgl.:
AD
|
Asal
|
Teologi
|
Umum |
Galatia
1
Tesalonika
2
Tesalonika
1
Korintus
2
Korintus
Roma
|
48
50
50
55
55
57
|
Antiokhia/Siria
Korintus
Korintus
Efesus
Makedonia
Korintus
|
Soteriologi
Dan
Eskatologi
|
Penjara
|
Efesus
Filipi
Kolose
Filemon
|
62
63
62
62
|
Roma
Roma
Roma
Roma
|
Kristologi
|
Pastoral
|
1
Timotius
Titus
2
Timotius
|
63
63
67
|
Makedonia
Korintus
Roma
|
Ekklesiologi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar